Berawal dari kebiasaan genjrang genjreng selepas jam kerja, saya, penggila R.H.C.P yang fasih menyanyikan lagu ST12, dan santo, mantan pemain bas dari sebuah band yang konon pernah di kontrak untuk menjadi home band-nya telkom flexi untuk area Makassar yang menggilai Mr. Big dan Ungu, pada suatu hari tanpa ada firasat apapun menyatakan sepakat bahwa suatu saat kita akan nge-jam bareng. ‘Itung itung refreshing Mas’ katanya
Setelah lumayan lama ikrar itu dilupakan, tak dinyana, ternyata ada teman saya di kantor yang jago main shred dengan right-handed style tanpa membalik senar, seperti gitaris Radja (tolong di jangan di tambah kata ’singa’), ditambah seekor teman kantor lagi, yang bisa main drum, isyu itu kembali menghangat dan direvisi dengan menyatakan bahwa Jumat sore sepulang kantor, kita nge-jam di studio temennya Santo yang katanya harganya 50% di bawah harga standar di sini, asal mainnya jam 8 pagi
Setelah berembug menentukan lagu yang kita bawakan untuk pemanasan dan menentukan meeting point untuk kumpul sebelum menyatroni studio, dengan lagak seperti anak anak band uzur yang diwawancarai inpotenmen, kami berteriak
Santo : ‘Kami dari……. ‘
Sisanya bebarengan : ‘WEEESEEEEEEE’
hahahaha, norak!
Yah, akhirnya saya yang kebagian nyontong ama ngeritem terpaksa ngeluarin waktu untuk menelusuri chord dan menghapalkan lagu, demi kelancaran hajatan mbesok ini. Dan semoga ini tidak hanya sekedar refreshing belaka
Pasti garap lagu-lagu Kangen band ama ST 12.. Dasar aliran [ter]sesat!
———–
ohohohohoho, apakah keep your hands to yourself versi the calling adalah sebuah kesesatan..?
By: refanidea on December 5, 2008
at 4:06 am